MENGENAL DI SEBAGAI KATA DEPAN
Dalam bahasa tulis,seringkali seseorang tidak tepat menuliskan di sebagai kata depan.
Di sebagai kata depan, penulisannya dibuat terpisah. Karena Di bukanlah bagian dari kata jika digunakan sebagai kata depan.
Contoh :
Silvia sedang duduk di kursi. Bukan ditulis dikursi.
Pak Badri duduk di samping Bu Solehah.
Di akan bergabung penulisannya jika bagian dari kata yang menunjukkan sebagai kalimat pasif.
contoh :
Rumah dijual. Jika penulisannya dipisah Di Jual,itu adalah salah.
Sayangnya kita tidak terlalu mempermasalahkan penulisan ini. Tetapi,jika berhubungan dengan karya tulis,baik fiksi apalagi artikel, kaidah penulisannya harus berpedoman dengan EYD.
Mulai sekarang,belajarlah menggunakan kaidah Bahasa indonesia yang benar,agar tulisan kita terlihat bagus. Apa lagi tulisan tersebut adalah naskah yang akan kita kirim ke surat kabar,harian, atau penerbit.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !